Upaya Menghapus Kenangan

Bila ia mencintaimu, kesalahan yang diperbuat akan ditebus olehnya dengan minta maaf dalam waktu dekat. Komentar itu berada di urutan 301. Perempuan itu menyukai lalu membalas dengan kalimat biasa dan sederhana, semoga begitu. Namun kalimat itu mampu membuat jasadnya seperti terbang ke langit. Senyumnya mengembang beberapa kali. Mungkin karena dari sekian banyak laki-laki yang berkomentar, hanya komentarnya yang dibalas oleh perempuan itu.

Hari Kamis tanggal delapan belas Juli pukul delapan ia menemukan inbok perempuan itu. Mereka lalu bercakap dalam waktu yang lama. Sesekali ia mengumpat bila teksnya gagal terkirim karena sinyal tak begitu bagus akibat PLN padam.

Baca juga: Cornelia dan Api di Dadanya – Cerpen Seto Permada (Rakyat Sultra, 15 Oktober 2018)

“Setelah tiga hari menunggu permintaan maaf dari kekasihku, ia datang ke rumah lalu bilang, kita putus saja. Anehnya, malamnya kau datang pada mimpiku. Tidak hanya malam itu, kau juga datang tiga malam berikutnya dengan mimpi yang sama seperti film yang diputar kembali.”

“Kau juga datang pada mimpiku”

“Kau jangan bercanda!”

Baca juga: Lelaki Kesepian Bercerita pada Kursi Kusam di Sudut Cafe – Cerpen Dody Wardy Manalu (Rakyat Sultra, 10 Oktober 2018)

“Kuceritakan padamu agar kau percaya. Dalam mimpi itu, kita berjalan bergandengan tangan menaiki gunung yang menjulang tinggi. Malam gelap, tak ada cahaya bulan, namun kita terus berjalan. Angin menerjang tubuh kita hingga kau menggigil. Menggigilmu pergi setelah jaketku kupasangkan padamu.”

“Sama. Di atas gunung kau memetik tiga bintang di langit. Dua bintang kau selipkan di atas telingaku kanan kiri. Satunya kau letakkan di telapak tanganku.”

Arsip Cerpen di Indonesia