Kematian yang Bahagia

“Omong kosong. Segala transaksi di dunia manusia tak berlaku di dunia arwah, Bung. Lagi pula, tujuan saya ke sini juga ingin menagih biaya sewa makam yang akan Anda tempati. Ayo, sekarang cepat bayar!”

“Hei…. Tunggu. Tunggu. Saya sudah mengeluarkan banyak biaya, supaya kematian saya berakhir dengan bahagia. Tapi kenapa, Anda malah merusak alur cerpen ini?!”

“Maaf, ya, Bung. Saya tak bermaksud seperti itu. Tapi ingat, dalam sebuah cerpen, segala kemungkinan masih rentan terjadi!” ***

Arsip Cerpen di Indonesia