Sepasang Sapi Karapan

Dan setelahnya, kami digiring ke pantai, dihalau untuk berlari di atas air setinggi lutut, di sela terjangan ombak yang menjambak. Kami pun berlari sekuat tenaga, melatih kekuatan otot betis, karena harus bergerak di dalam air. Aku dan Gip memacu tenaga, kecipak air dan gedebur ombak terdengar silih ganti, bagai sengaja mengasah apa yang tumpul dalam tubuh kami. Hingga pada akhirnya kami terbiasa berlari di ombak, dan begitu berlari di tanah yang datar, maka sangatlah ringan tubuh kami, bagai secubit kapas renggang yang ditiup angin kencang. Tuan Uwi memang punya cara yang cerdas untuk melatih kami.

“Merawatmu sama artinya dengan merawat nenek moyang, sebaliknya, menelantarkanmu berarti menelantarkanmu nenek moyang,” tukas tuan Uwi suatu waktu, ketika ia mencukur bulu-bulu kami yang kurang rapi, atau ketika mencekoki mulut kami dengan jamu.

Tak cukup hanya itu, setiap malam Jumat, tuan Uwi juga tekun membakar dupa dan kembang kering di atas sabut kelapa, lalu ia mengasapi tubuh kami seraya bibirnya bergetar, membaca ayat suci, saat itu juga, bisanya seperti ada yang menyusup ke dalam tubuh kami, membuat tubuh kami serasa bagai besi, meski terantuk pada cagak kandang, tak terasa sakit sedikit pun.

Setidaknya, bersama tuan Uwi, sudah ada belasan tropi yang berhasil kami rebut di lomba sapi karapan. Tropi-tropi itu cukup membuat bibir hitam Ki Nulam mengembang senyum, ia bangga punya anak tuan Uwi yang lihai merawat sapi, ia juga bangga punya sapi seperti kami, yang menaklukkan lawan dengan cara yang sopan.

Hari-hari berikutnya, kesedihan menggaris wajah kami, hunjamnya jauh lebih sakit tinimbang pakupaku yang menggosok punggung saat karapan. Aku dan Gip hanya dirawat oleh Ki Nulam, tuan Uwi pergi merantau. Hari-hari saat tuan Uwi merantau, kami hanya berdiam di kandang, memadam gelora kejantanan yang selalu ingin berpacu. Ki Nulam hanya memberi kami jamu, tak lebih dari itu. Dan yang paling membuat tangis kami pecah, ada kalanya Ki Nulam bisa dibujuk untuk berhenti jadi juragan sapi karapan.

Arsip Cerpen di Indonesia