Baca juga: Kitab Tipu Muslihat – CerpenĀ Ida FitriĀ (Koran Tempo, 24-25 November 2018)
Nah, aku sudah selesai. Sekarang kau bisa berbicara sesukamu, Todha. Namun, sebelum itu, aku undur diri dari hadapanmu karena permintaan Rato Muana telah kutunaikan. Aku tidak ingin berlama-lama di depanmu karena itu akan membangkitkan dukaku yang telah kutimbun dalam-dalam. Aku akan pergi. Selamat tinggal.
Keterangan:
[1] Sebutan untuk kepala atau tetua suku
[2] Agama kepercayaan orang Sumba
[3] Upacara adat pertempuran melempar lembing kayu
[4]. Mas kawin
[5] Rumah adat Sumba
[6] Roh jahat
[7] Senjata sejenis parang
[8] Tingkat kedua dari uma bokulu
[9] Upacara adat mencari nyale/cacing di pantai
[10] Tombak kayu berujung tumpul
[11] Ikat kepala
Rosyid H. Dimas, mahasiswa UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Ia terpilih sebagai salah satu emerging writer Ubud Writers and Readers Festival 2018. Ia tergabung di sebuah komunitas pencinta buku, Klub Buku Yogyakarta.