Dewi Sri

“Bagaimana ini bapak-bapak? Kita harus bertindak, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja,” seorang lelaki paruh baya dengan menenteng cangkul di pundaknya membuka pembicaraan.

“Bagaimana kalau kita lapor ke pihak yang berwenang? Biar masalah ini ditangani mereka,” lelaki yang umurnya lebih muda menambahkan.

“Tapi apakah kita punya uang? Padi juga belum menguning sempurna, yang siap panen pun lenyap entah ke mana,” keluh lelaki yang sudah berumur kepala empat, yang termasuk korban kehilangan.

“Untuk apa uang? Kita cuma melapor.”

Baca juga: Orang-orang yang Jatuh dari Langit – Cerpen Rosyid H. Dimas (Solo Pos, 05 Agustus 2018)

“Percuma saja melapor jika tidak ditangani. Sekarang semua harus ada uang. Proses pun memerlukan uang.”

“Kita harus bertindak sendiri,” teriak pemuda yang berbadan kekar dengan semangat.

“Saya dengar ada obat hama yang ampuh. Mampu mencegah dan membunuh hama tanaman. Bagaimana kalau hari ini, semua warga kerja bakti mengobati tanaman secara bersama-sama. Untuk biayanya kita pakai dulu kas desa, toh ini juga untuk kepentingan bersama,” lanjut pemuda itu.

“Iya.. benar.. benar… kita bertindak sendiri saja,” sahut beberapa lelaki yang lainnya.

“Benar.. ayo kita kabarkan ke Pak Kades dan warga yang lain tentang rencana ini.”

Baca juga: Perempuan Penggemar Burung – Cerpen Nazil Muhsinin (Solo Pos, 29 Juli 2018)

Mereka membubarkan diri bagai semut yang keluar dari sarangnya, menyebar ke pelosok desa untuk mengabarkan rencana yang telah disepakati. Kades beserta warga setuju dan bersepakat, bahwa hari ini akan diadakan kerja bakti mengobati padi dari hawa wereng.

***

Embusan angin selatan terasa dingin menyentuh kulit, pohon yang bergoyang bersorak berisik akibat daun dan ranting yang saling bergesekan tertiup angin. Langit sore terlihat cerah dengan beberapa awan yang menggumpal kecil menghalangi sinar matahari yang mulai meredup sinarnya. Menciptakan semburat warna keemasan yang menghangatkan di sela embusan angin selatan yang dingin. Di bawah pohon trembesi, Pak Kades beserta warga laki-laki telah selesai melaksanakan kerja bakti.

Arsip Cerpen di Indonesia