Setengah berlari dia menuju sumber suara. Makin lama, cahaya dari dalam hutan makin terlihat, dan semakin besar. Di perbatasan hutan terlihat cahaya yang semakin terang. Lamtiur semakin kencang berlari.
Brukkkk! Lamtiur menabrak sesuatu. Dia terjatuh. Pingsan.
***
Kepala Lamtiur pusing saat dia mulai membuka matanya. Tangan dan kakinya sakit. Terikat tali tambang. Dia tidak bisa menggerakkan badannya yang ternyata diikatkan ke pohon. Samar-samar dia mendengar, “Lihat! Rambo kita sudah mulai sadar.”
Kesadaran Lamtiur sekejap utuh saat dia ditampar. Diikuti gelak tawa puas, berdiri di depan Lamtiur tiga orang berbadan tinggi besar. “Kau mau apa keliaran di sini? Tidak takut dengan Arwah Jahat?”
Baca juga: Ketika Kucingmu Pergi Sebentar – Cerpen Alpha Hambally (Media Indonesia, 11 November 2018)
“Enak tadi mencium bokong Arwah Jahat? Saking enaknya sampai pingsan ya? Hahaha. Lihat itu bokong Arwah Jahat masih melintas. Mau nyium lagi?” ucap salah satu di antara mereka sambil menunjuk ke arah kanan Lamtiur.
Lamtiur menengok ke samping. Dilihatnya deretan truk yang disesaki muatan batang-batang pohon yang sudah disusun rapi. Di setiap truk terlihat gambar lingkaran merah berjumlah tiga, serupa dengan yang ada di baju tiga pria di hadapannya.
Pandangan Lamtiur yang terasa lapang lalu beralih ke kejauhan, tempat sejumlah orang tampak sedang menebang pohon-pohon dengan gergaji mesin. Di sekitarnya, nyaris tidak ada lagi pohon yang berdiri.
“Kalian siapa?”
“Kami siapa? Kau yang siapa?”
Baca juga: Keris Lancip Putri Nglirip – Cerpen Daruz Armedian (Media Indonesia, 04 November 2018)
“Aku anak desa seberang hutan. Kalian siapa?”
“Kami pengikut roh jahat. Hahaha. Oh anak desa, kenal kau dengan Patrik, rindu aku dengan dia. Bagaimana kabarnya?”
“Patrik? Kalian tahu Patrik?”
“Tidak hanya kenal, kami ini sahabatnya. Hahaha. Kau ….” ucapan lelaki tinggi besar itu terhenti saat ponselnya berbunyi. “Bos mau datang, cepat selesaikan anak ini,” ucap lelaki yang sepertinya pemimpin gerombolan itu.
Dua rekannya kemudian mendekati Lamtiur. Yang satu membawa besi cakar, yang satu membawa pisau yang dicuri dari lamtiur. Dengan satu pukulan, Lamtiur pingsan. Lagi.
***