Sagu Rumbio 2

Aku cincangan daging batang
Yang kau rendam dengan air dari banjir bandang.
Aku kau aduk bagai batu menumbuk daging bawang
Hingga seratku pecah.
Aku kau saring dengan kain hitam
Kau jemur di bawah panas berdengkang.
Jamur kuning di tubuhku
Tumbuh bagai bintik cacar.
Aku juga yang kau pukul-pukul dengan lesung kayu
Sampai hancur aku
Bagai remuk debu
Di udara.
Namun ketika aku kau masak dengan gula enau
Lalu kau taburi dengan parutan daging kelapa
Kenapa hanya ongol-ongol yang kau sebutkan.
Kepada induk-induk berkain batik
Bermotif durian pecah
Yang datang ke pesta ulang tahun pemikahan
Kau sampaikan nikmatnya gula mcrah
Yang kau sadap dari batang enau belakang rumah.
Sementara aku yang menjadi bahan baku hidangan
Yang mereka santap sampai
Kenyang telentang.
Tapi tak sekalipun
Kau sebutkan.
Aku kau lupakan
Bagai adonan sisa
Yang tertinggal
Di mangkuk pecah.