Sagu Rumbio I; Sagu Rumbio 2; Selembar Daun Randan // Dari Gang yang Masih Becek Itu; Seseorang Menulis tentang Kematian

Sagu Rumbio 2

Harmony ilustrator Jae Fahru - Kompasw
Harmony ilustrator Jae Fahru/Kompas 

Aku cincangan daging batang

Yang kau rendam dengan air dari banjir bandang.

 

Aku kau aduk bagai batu menumbuk daging bawang

Hingga seratku pecah.

 

Aku kau saring dengan kain hitam

Kau jemur di bawah panas berdengkang.

Jamur kuning di tubuhku

Tumbuh bagai bintik cacar.

 

Aku juga yang kau pukul-pukul dengan lesung kayu

Sampai hancur aku

Bagai remuk debu

Di udara.

 

Namun ketika aku kau masak dengan gula enau

Lalu kau taburi dengan parutan daging kelapa

Kenapa hanya ongol-ongol yang kau sebutkan.

 

Kepada induk-induk berkain batik

Bermotif durian pecah

Yang datang ke pesta ulang tahun pemikahan

Kau sampaikan nikmatnya gula mcrah

Yang kau sadap dari batang enau belakang rumah.

 

Sementara aku yang menjadi bahan baku hidangan

Yang mereka santap sampai

Kenyang telentang.

 

Tapi tak sekalipun

Kau sebutkan.

 

Aku kau lupakan

Bagai adonan sisa

Yang tertinggal

Di mangkuk pecah.

 

Arsip Cerpen di Indonesia