Sagu Rumbio I; Sagu Rumbio 2; Selembar Daun Randan // Dari Gang yang Masih Becek Itu; Seseorang Menulis tentang Kematian

Selembar Daun Randan

Harmony ilustrator Jae Fahru - Kompasw
Harmony ilustrator Jae Fahru/Kompas  

Selembar daun pandan

Tenggelam di perut santan.

 

Rusuknya patah,

Dagingnya pecah.

 

Geletup-geletup didih air

Memeras seratnya serabut

 

Sari patinya memuai

Bercampur minyak serai.

 

Uapnya melambung

Membentur tudung.

 

Kuapnya mendaptakan

Embun akar.

 

Embun akar menjelma jadi cairan

Getah bagai ludah.

 

Aroma getah itu melambung

Sampai di hidungku.

 

Di hidungku, ia kemudian bercerita

Tentang sakitnya dipukul

 

Kulit kayu manis

Dan enau merah gula.

 

Di hidungku. ia kemudian berkisah

Tentang manisnya hidup serumpun

 

Bersama padi

Di tepi sawah.

 

Ramoun Apta lahir di Muarobungo, Jambi. Pedayang Batu Mustika di Pasar Raya (2018) adalah buku puisi perdananya.

 

Arsip Cerpen di Indonesia