“Belajar yang rajin ya, sayang.” Icut tersenyum dan mengangguk. Lalu berlalu. Tak ada yang tahu bahwa Icut bahagia telah piatu.
Tiba di pintu kelas, Icut berhenti. Seperti sedang mengumpulkan tenaga untuk bertemu dengan teman-temannya. Dengan langkah ragu tapi mau, Icut memasuki kelas dengan menunduk. Teman-temannya ada yang terkejut melihat Icut yang muncul tiba-tiba. Icut melangkah ke bangkunya dan duduk di sana. Teman sebangku Icut tersenyum bahagia karena temannya telah kembali.
“Bu Jamilah sudah memarahi Khalid dan semua yang menghina ibumu. Mereka tidak akan mengganggumu lagi.” Icut girang sekali mendengar itu. Gigi ompongnya untuk pertama kalinya terlihat lagi setelah hari ia pulang sekolah sebelum waktu.
Lamreung, Oktober 2018
Juliani, Guru Bahasa Indonesia di Madrasah Insan Qurani.