Draco beralih ke kaum agamawan, kata orang, kalau mencari orang yang baik, carilah orang yang rajin beribadah. Seperti yang pernah ia lakukan di sebuah rumah. Draco mengetuk sambil mengucapkan salam. Pintu terbuka dan ia menemukan seorang gadis sedang melantunkan ayat-ayat suci. Ia dipersilahkan masuk oleh ayah si gadis. Dengan basa-basi yang tidak jelas, Draco yang tidak sabar langsung mengintai korbannya. Ketika ia berhasil menggigit ayah si gadis, Draco menunggu sejenak sambil mengelap darah yang masih tersisa di bibirnya.
Si gadis mengunjuk kitab suci dan membacakan ayat-ayat pengusir setan. Draco bergeming. Panjang dan lantang sampai mulutnya berbuih. Draco masih bergeming. Si gadis heran dan takut. Seharusnya upaya untuk mengusir setan dengan cara-cara itu berhasil.
“Kamu pikir aku setan?”
Si gadis takut-takut mengangguk.
“Aku juga manusia. Cuma kena penyakit. Penyakit ini tidak membuatku segera mati, tapi malah membuatku hidup abadi. Hanya saja aku tidak bisa lagi makan dan minum selayaknya manusia normal. Dengan meminum darah, tubuhku jadi bugar dan sehat.”
“Kenapa kamu mengintai kami?”
“Ya jelas kamu punya darah. Mungkin enak. Kelihatannya sama alim dengan orang tuamu. Tapi tenang, kalian tidak akan jadi sepertiku. Ini tidak menular.”
“Kamu yakin tidak akan binasa.”
“Aku mencoba yakin dan percaya bahwa aku bisa binasa. Aku sudah mencoba berulang kali bunuh diri. Orang lain juga pernah mencoba. Tapi aku masih seperti sekarang. Masih menguji upaya bunuh diri,” Draco lancar bermain kata-kata.
Setelah bercakap-cakap dan menakut-nakuti si gadis, Draco langsung menggigit leher gadis itu dan merasa puas.
Di lain tempat, pihak kepolisian sudah menurunkan tim untuk mengetahui penyebab orang-orang di kota mati. Ada tanda titik bekas gigitan di leher. Hery, kepala polisi, meminta bawahannya untuk mengecek CCTV yang terpasang di beberapa lokasi kejadian.
Hery pulang membuka berkas-berkas lama. Literatur nenek moyangnya mengatakan bahwa ada satu makhluk yang dikutuk hidup abadi. Tapi kehadirannya akan membawa korban. Orang tuanya pernah bercerita bahwa nenek moyangnya pernah melawan makhluk itu dan berhasil memenjarakannya di sebuah gua. Tapi itu tak membuatnya mati. Dari brankas gudang itu, ia juga menemukan pasak perak.