Dengan langkah tertatih dan mundur perlahan, Draco mengelap darah di bibirnya setelah berhasil menggigit seorang bawahan Hery.
“Anak buahmu itu polisi korup.”
“Bagaimana kau tahu?”
“Orang baik dan buruk sudah ketahuan dari darahnya.”
Draco menjebol jendela dan terbang seperti kalong yang sayapnya patah.
“Benarkah itu?” Hery menagih pada anak buahnya yang masih hidup itu.
Dengan terbata-bata ia membantah.
Seseorang mendobrak pintu rumah. “Anda tidak apa-apa?”
“Tolong bawa dia.” Hery menunjuk korban.
Seorang bawahannya berceloteh, “Kalau saja dia jadi petugas KPK, semua orang akan diminta mengikuti tes darah. Dan ia bisa memilah mana orang yang seharusnya dibui dan mana yang seharusnya dipuji.”
Mestoe, 31 Januari 2019
Ikhsan Hasbi, tinggal di Meureudu.