Yang Mengutuk Diri Kita

Berat memang melepaskan kenangan paling hidup seperti yang kau dan aku alami. Namun, seperti pesanmu, kenangan bisa sebagai cermin untuk menjadi pelajaran arah mengisi lembaran hari-hari untuk masa depan yang masih terbuka; masih bersih suci.***

 

Fazil Abdullah kelahiran Aceh. Pernah studi di UGM Yogyakarta dan Universitas Andalas Padang. Telah menerbitkan beberapa buku. Kini tinggal dan bekerja di Bener Meriah, Aceh.

Arsip Cerpen di Indonesia