Koran Ahad

Namun tak seperti biasanya, di mana Koswara selalu membaca dari prosa terlebih dahulu, tiba-tiba seperti ada yang menggerakkan hatinya untuk melihat beberapa puisi di halaman itu. Tak dinyana, sontak tubuhnya bergetar hebat. Detak jantungnya berpacu lebih cepat. Matanya pun terbelalak pada sebuah puisi di kolom itu. Iya, puisi itu. Puisi yang berjudul sama dengan puisi yang telah ia pajang di dinding rumahnya selama tiga puluh tahun itu.

Sungai Yangtze

Kita bertemu di tepi sungai Yangtze

Kau dan aku terpisah badannya

Karena minum dari aliran air yang sama,

Kau dan aku tak pernah lelah tuk saling memimpikan.

 

Adakah suatu masa kemarau menghabiskan airnya?

Akankah jarak tak bertepi menipiskan cinta kita?

Aku tak pernah berharap tuk memutus nadi yang telah bersatu

Kau dan aku tak kecewa untuk pernah saling mencinta.

Di bawah puisi itu, tertera nama sang penulis.

Tan Ay Li.

Sekejap, tulisan itu luntur.

Kertasnya basah.

 

Catatan:

  • Puisi Dinasti Tang (“Sungai Yangtze”) juga nyanyian “Sepasang Kekasih Kupu-Kupu”, dikutip dari novel Pearl of China karya Anchee Min.
  • Pak, ini korannya. Barusan saya bertemu dengan penjualnya. Katanya maaf, agak telat.

 

Anggi Nugraha. Lahir di Batumarta 2, OKU Sum-Sel. Alumnus Sastra Inggris UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tulisan-tulisannya dimuat di media.

Arsip Cerpen di Indonesia