Anjing Pak Gendang

Baca juga: Kumbang Kotoran – Cerpen Dody Wardy Manalu (Padang Ekspres, 29 Juli 2018)

Ayah melompat bangun dan berlari menuju rumah Pak Gendang. Ketika ayah tiba di sana, orang kampung sudah banyak yang berkumpul tapi tidak ada yang berani masuk. Ayah menyibak tirai pintu kamar Pak Gendang, ingin menyaksikan penyebab kematian lelaki itu, apakah benar seperti yang ia pikirkan semalam. Dan ternyata memang benar. Pak Gendang mati akibat kehabisan darah. Pada sisi kiri perut lelaki itu terlihat luka menganga, mirip luka bekas tusukan tombak ikan. Perlahan-lahan ayah mundur lalu keluar dari kamar Pak Gendang seraya mengucap istighfar berkali-kali, puluhan kali, bahkan mungkin ratusan kali, sampai ia tiba kembali di rumah. (**)

 

Lorong Sehati, Mandonga, Maret 2018

Arsyad Salam, penulis novel dan cerpen. Novelnya yang telah terbit Kidung dari Negeri Apung (Gramedia Pustaka Utama, 2015); Jejak Manusia Langit (Settung Publishing, 2016) dan Lintasan Menikung (Langgam Pustaka, 2017). Juga sebuah Kumpulan Cerpen berjudul Pasung Jiwa Merpati Putih (Settung Publishing, 2016). Beberapa cerpennya pernah dimuat di Suara Merdeka, Padang Ekspress dan Kendari Pos. Kini ia tinggal di Kendari – Sulawesi Tenggara.

Arsip Cerpen di Indonesia