Kisah Si Kembar

Baca juga: Gadis Kecil Bernama Alenia – Cerpen Haryo Pamungkas (Media Indonesia, 07 Oktober 2018)

“Pah, kata sipir, bila kita ingin honeymoon lagi, ada rumah di belakang rutan. Tapi harus sembunyi-sembunyi. Tidak apa uang sewanya mahal juga. Ah, tidak mahal sebenarnya. Hanya Rp 30 juta semalam,” bisik istri Dewa lagi sambil tersenyum.

“Nanti sore Mamih nunggu di situ ya, Pah. Biar sipir yang atur. Tenang saja, Mamih yang membeli viagra. Biar Papah tidak stres lagi.”

Tubuh Ula semakin meriang. ***

 

Catatan:

Dadasar = Menata barang dagangan, biasanya di pinggir jalan atau di depan pasar, dilakukan pedagang yang tidak punya jongko

Ngampar = Menata dagangan dan berjualan

Ngagebah = Mengejutkan

Jang (Ujang) = Panggilan kepada lelaki yang lebih muda

Mang (Amang) = Panggilan kepada lelaki yang lebih tua

Mah, atuh, teh = Kata yang menegaskan

 

Yus R Ismail, menulis cerpen, novel, dan puisi, dalam bahasa Indonesia dan Sunda. Karyanya, antara lain Humor Klasik si Kabayan, (BIP-Gramedia, 2017) dan Mahacinta (e-book, novel, BIP-Gramedia, 2017). Lima carpon (cerpen berbahasa Sunda)-nya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh CW Watson dan dimasukkan buku Miss Maya and Other Sundanese Stories dan dimuat di majalah The Malay World.

Arsip Cerpen di Indonesia