Kasus

“Kenapa? Toh, akhirnya mereka juga akan dimakan? Jangan katakan padaku, kalian berdua vegan, dan kini sedang membela hak-hak kambing?”

Kapten Arindo dan Sersan Biroo hanya bisa bertatapan. Kapten Arindo kemudian bertanya, siapa orang yang paling mungkin melakukan tindakan biadab ini pada Kristal?

“Mana aku tahu,” Asidah mengangkat bahu dengan enggan. “Tapi… hmmm, kupikir cuma satu yang mampu melakukannya. Ia jelas penjaga malam kami. Ia pendendam. Semua orang di sini tahu cerita saat ia bekerja di restoran. Saat bosnya memarahinya, ia membalasnya dengan membakar restoran itu.”

Saat Kapten Arindo dan Sersan Birro beranjak pergi, Asidah menambahkan satu kalimat, “Oya, ada satu lagi. Penjaga malam itu… sepertinya menyukai Kristal. Mungkin malah, ia jatuh cinta. Tapi ia tak punya cukup uang untuk mengajak Kristal tidur.”

Boga

Boga adalah penjaga malam losmen, yang sekaligus menyewa satu kamar di losmen ini. Ia juga penjaga keamanan tempat bilyar yang ada di sebelah losmen. Walau tubuhnya besar dan berotot, sebenarnya ia penakut.

Ia ternyata tak hanya pernah membakar restoran bosnya, ia juga tercatat pernah berseteru dengan kawannya sesama penjaga malam. Walau kalah saat berkelahi, ia membalasnya dengan menabrak kawannya itu dengan motor. Saat kawannya jatuh, ia melindasnya sampai berkali-kali, hingga kawannya itu tak sadarkan diri.

Sehari sebelum kejadian mengerikan ini, Boga terlibat cekcok dengan korban.

“Banyak yang menyaksikanmu bertengkar dengan korban?” tanya Sersan Birro.

“Tidak, tidak!”

“Ada yang melihat kau mengancamnya?”

“Aku tak mungkin mengancamnya. Tak mungkin. Aku hanya… hmmm, sedikit marah.”

“Kau tahu, kau punya catatan buruk dengan kemarahanmu?”

“Tapi.. tidak hari itu. Aku hanya marah karena Neng Kristal masih saja menolakku.”

“Menolak apa?”

“Yaaa…. bapak tahulah.”

“Memangnya kenapa korban menolak?”

Arsip Cerpen di Indonesia