Kasus

Carlos dengan berat hati mengangguk lemah. “Ia menyukai dunia seperti ini. Ia menikmatinya, dan mau main dengan siapa pun, bahkan dengan penjaga malam yang selalu mengancamku itu.”

Kapten Arindo dan Sersan Birro berpandangan. “Maksudmu…. Boga?”

“Ya, laki-laki itu main dengan semua perempuan di sini. Termasuk Tante Arini dan Tina! Kalian harus tahu, ia selalu merengek-rengek minta gratisan.”

“Termasuk pada Kristal?”

Carlos mengangguk lemah.

“Apakah itu yang membuatmu marah pada korban?”

Carlos terdiam. Ia kembali tertunduk dan menangis.

 

Kapten Arindo dan Sersan Birro terdiam mempelajari hasil investigasi mereka. Lembaran-lembaran kertas tercecer di meja. Sebagian tertempel di papan tulis.

“Kau berpikir seperti yang kupikirkan?” tanya Kapten Arindo.

Sersan Birro mengangguk. “Ya, aku tak sepenuhnya yakin. Tapi hanya ia yang bisa melakukan tindakan kejam seperti ini…”

Kapten Arindo mengangguk. “Kalau begitu, panggil yang lainnya. Kita jemput dia sekarang juga!”

 

Yudhi Herwibowo, menulis beberapa buku. Bukunya yang segera rilis: Sang Penggesek Biola, sebuah roman Wage Rudolf Supratman (Imania).

Arsip Cerpen di Indonesia