Kasus

“Tina juga membenci Kristal karena ia pernah beberapa kali memergoki pasangannya—Lukas—ada di kamar Kristal. Kau tahu, laki-laki itu memang sakit. Ia merayu siapa saja. Maka itu Asidah dan Tinuk membencinya, karena … yaaa, mungkin ia tak memberi bayaran apa-apa pada mereka,” Mince tertawa. “Hanya aku yang sepertinya tak membenci. Aku bahkan menyukai mereka semua…”

“Lalu bagaimana dengan masa lalumu saat mempelajari ilmu hitam itu? Apakah itu benar?” tanya Sersan Birro memancing.

“Bapak-bapak polisi, siapa pun memiliki masa lalu. Apa aku akan ditangkap dengan masa laluku? Apakah tobat tak berarti apa-apa buat Bapak-bapak?”

“Hmm, kami tentu harus menghubungkan semuanya, apalagi karena… tusukan-tusukan pelaku di tubuh korban, membuat jantungnya rusak…”

“Bapak-bapak polisi, tentu itu bukan sesuatu yang sama seperti yang kulakukan dulu!”

“Ya, mungkin tak terlalu sama. Tapi saat mengambil jantung mayat-mayat itu, kau juga merusaknya sebelum memakannya kan?”

Mince hanya terdiam.

Tina dan Lukas

Keduanya adalah pasangan maut. Lukas yang mencari mangsa untuk Tina, dan ia menunggu di luar pintu sampai semuanya selesai. Kadang, mereka juga melayani tamu yang ingin threesome. Orang-orang bilang Lukas tipe laki-laki bajingan, tapi sebenarnya Tina juga tak jauh berbeda. Penghuni losmen lainnya menganggap keduanya sakit. Karena keduanya konon, bergabung dengan komunitas penyuka seks yang aneh-aneh.

Saat malam nahas menimpa Kristal, keduanya punya alibi kuat karena sedang pergi ke luar kota. Keduanya memang sering ke luar kota.

Saat Kapten Arindo mewawancarai mereka, Tina berujar, “Bisa jadi bukan manusia yang melakukannya. Kalian tahu, dulunya rumah ini adalah rumah yang angker. Makanya dijual murah. Banyak kejadian mengerikan terjadi di sini. Coba kalian cari, dulu pernah ada satu keluarga menggantung diri mereka secara bersamaan. Lalu pernah ada juga, seorang ayah yang membunuh seluruh keluarganya dengan cara seperti yang terjadi pada Kristal…”

Lukas menambahi, “Aku sudah katakan pada Tante Andini, rumah ini harus diruwat atau apalah namanya. Yang penting penghuni-penghuni tak kasatmata yang ada di sini harus diusir.”

“Apakah itu yang membuat kalian sering pergi?” tanya Kapten Arindo.

Arsip Cerpen di Indonesia