Kejahatan yang Tersembunyi, Batas, Rumah Siput, Hantu Penulis, Yang Menunggu, Kanjeng, Penjemputan, Kepada R

 

Kanjeng

: kepada Fahrur Rozi

 

Jika kelambu pantai terbuka, aku menemui lambai bakau. Jika lambai bakau terbuka, aku menemui nyala karang. Jika nyala karang terbuka, aku menemui gesit ombak. Jika gesit ombak terbuka, aku menemui yang meluncur-luncur. Jika yang meluncur-luncur terbuka, aku menemui yang menggayuti udara. Jika yang menggayuti udara terbuka, aku menemui pendamba bayangan. Jika pendamba bayangan terbuka, aku menemui bebintang yang terus meninggi. Jika bebintang yang terus meninggi terbuka, aku menemui utara dan selatan yang menjauh dan makin menjauh. Dan jika utara dan selatan yang menjauh dan makin menjauh terbuka, aku menemui apa yang tak sempat diduga oleh segenap tarikan napas. Segenap tarikan napas yang tersipu dan menukas: “Sepertinya memang begini, tapi mengapa selalu saja begitu.”

 

(Gresik, 2018)

Arsip Cerpen di Indonesia