Kejahatan yang Tersembunyi, Batas, Rumah Siput, Hantu Penulis, Yang Menunggu, Kanjeng, Penjemputan, Kepada R

 

Kepada R

: belajar dari hikrnah Imam Syafi’i

 

Barangkali kenanga. Barangkali mawar. Kamboja. Atau anggrek. Barangkali juga yang tak kita kenal.

Tapi tumbuh di udara. Seperti gulungan awan. Tanda yang bergoyang. Ketika hujan kesekian turun. Dan

debar kian kencang. Sekencang nyali si penempuh yang jatuh. Agar bangkit. Dan terus setia pada arah

yang terjanjikan. Meski remang begitu tebal. Suara tersedak. Dan detik cuma tinggal tiga ketukan. Tiga

ketukan. “Sudah, sudahlah, semua pasti memahami. Sebab, ada yang telah dihembuskan-Nya di sini,”

kata puisi ini sambil menunjuk letak hatinya sendiri.

 

(Gresik. 2018)

 

Mardi Luhung lahir di Gresik, Jawa Timur, 5 Maret 1965. Cumcum Pergi ke Akhirat (2017) adalah buku puisinya yang terbaru.

Arsip Cerpen di Indonesia