Orang-orang kota dengan gembira bersorak sorai lalu menghadiahi Pendeta Dan setumpuk besar uang. Pendeta Dan bahkan tidak mengambil semuanya, hanya separuh bagian. Ia meninggalkan sisanya untuk gereja di kota itu.
Tidak ada seorang pun yang mendengar kabar dari Pete Si Kerdil. Meskipun, ada rumor yang beredar, Pete tidak berhenti berlari sampai ia tiba di New Mexico. Menikah dan menjadi seorang petani. Ia tidak pernah menyentuh senjata kembali. Orang-orang tidak bisa berhenti membicarakan bagaimana seorang pria yang tertembak sebanyak enam kali bisa bangkit seolah-olah tidak tertembak sama sekali. Namun tidak ada satu pun di antara mereka yang berani bertanya kepada Pendeta Dan. Pendeta Dan kemudian meninggalkan kota, sehingga itu menjadi sebuah misteri bagi semua orang. Kecuali bagiku.
Baca juga: Maut Lebih Kejam daripada Cinta – Cerpen Gabriel García Márquez (Jawa Pos, 20 April 2014)
Kau mungkin ingat, aku tidak melupakan hari di mana aku melihat tulisan di satu sisi tubuhnya yang tersingkap oleh gesekan angin. Di sana tertulis, “Dan Yang Agung. Pesulap Ilusionis profesional.” Maka Dan bukanlah seorang pendeta melainkan seorang pesulap berbakat. Menurutku, ketika ia menjatuhkan senjata Pete Si Kerdil di meja judi, ia menukarnya dengan pistol kosong. Ada pun merpati putih hanya sebuah tipuan untuk memberi efek dramatis. Pria ini telah mempelajari sifat manusia sejak lama. Ia juga telah memberikan kami bantuan yang begitu luar biasa sementara ia hanya dibayar atas pertunjukkannya. Pada waktu itu, aku berpikir tidak sepantasnya bagiku untuk membeberkan rahasianya.
Beberapa orang mulai berbisik-bisik. Pendeta Dan bukanlah Pendeta atau pun pria yang bangkit dari kematian di jalan yang berdebu, melainkan malaikat yang diutus Tuhan. Kemungkinan itu tak sepenuhnya salah. Tapi hanya Tuhan, Dan Yang Agung, dan aku – dan sekarang kau – yang benar-benar mengetahui kebenaran dari apa yang terjadi pada suatu hari yang berangin di tahun 1885.
Anne Carroll Moore. Lahir 1871 dan meninggal pada 1961. Adalah seorang pendidik, penulis, dan advokat Amerika untuk perpustakaan anak-anak. Dia diberi nama Annie, dan secara resmi mengubah namanya menjadi Anne di usia lima puluhan, untuk menghindari kebingungan dengan Annie E. Cerpen ini terbit dengan judul asli Sliver Pete.
Alih bahasa oleh Siti Maulina. Mahasiswa jurusan Sastra Inggris di Universitas Andalas. Anggota komunitas teater berbahasa Inggris Cermin. Penyuka novel terbitan Balai Pustaka ini lahir dan besar di Padang.