“Tidak usah kamu suruh nak, setiap saat aku selalu doakanmu.” Ujar ibu.
Sekitar 10 menit aku bicara sama ibu, hingga akhirnya ibu menutup percakapan dengan kata-kata seperti biasanya ‘Jangan lupa ke masjid dan jaga kesehatan’.
***
Cukup dengan mie instan untuk sarapan pagi ini, lumayan lah buat irit uang. Sudah tidak sabar menunggu pengumuman kelulusan karyawan baru 2 jam lagi. Aku mencoba menenangkan diri dengan shalat dhuha dan baca Alquran. Suara dering handphone mengagetkanku di tengah hanyut dalam kekhusukan membaca Alquran. Dengan segera, aku buka notifkasi email tersebut:
‘Yth. Fejri Alamsyah, dengan ini kami menyampaikan, bahwa anda kami terima di perusahaan kami. Untuk kelengkapan berkas maksimal dipenuhi hari rabu’.
Alhamdulillah ya Allah. Sungguh tak kuasa membendung air mata tangisan bahagiaku ini.
Dengan langkah yang cukup tergesa-gesa, aku mendatangi perusahaan saat ini juga dengan mambawa berkas yang kemarin berum lengkap. Diruangan, aku telah ditunggu sang direktur yang kayaknya atidak sibuk pagi ini.
“Duduk dulu, Fej. aku masih mengarsip berkas-berkas marketing.” Tangannya cekatan merapikan kertas yang berserakan di mejanya.
“Iya bu terimakasih,” jawabku sambil duduk.
Aku mencoba melihat isi rungan direktur ini, kayaknya Ia orang agamis. Aku lihat banyak lukisan ayat-ayat Alquran yang terpampang di dinding ruangan ini. Yang paling aku suka adalah lukisan yang terpampang di pojok bagian barat, yang bertuliskan ayat,
‘Inna ma’al ‘usri yusroo’
Ayat ini memang menjadi favorit bacaan aku ketika sedang punya masalah. Yakin, setelah kesusahan pasti akan ada kemudahan. Begitulah kira-kira prinsip yang diajarkan pada ayat Alqur’an ini.
“Sudah lengkap berkas yang aku minta?” tanyanya sambil mengusap keringat diwajahnya.
“InsyaAllah lengkap.” Ujarku sembari memberikan berkas yang aku bawa.
beberapa menit Ia periksa, membaca beberapa berkas yang aku serahkan.
“Bagus, sudah lengkap, mulai minggu depan sudah bisa mulai kerja”.
Aku tertegun. Mengangguk.
Sungguh senang hati ini mendengar ucapan sang direktur.